Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Lalu Hadrian Irfani, mendorong para santri dan siswa Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Ia juga membuka peluang bagi lulusan SMK Islam Sirajul Huda untuk mengikuti program SMK Go Global.

Pesan tersebut disampaikan Hadrian saat bersilaturahmi dengan keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda, wali santri, dan jemaah di Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Pada, Selasa, 4 Agustus 2025.

Dalam sambutannya, Hadrian menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi seharusnya tidak lagi menjadi alasan bagi anak-anak untuk berhenti sekolah. Pemerintah, menurutnya, telah menyiapkan sejumlah dukungan pendidikan, mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP) untuk pelajar hingga PIP Kuliah bagi mahasiswa.

“Kalau orang tuanya hanya tamat SMP atau SMA, anak-anaknya minimal harus S1. Bila perlu lanjut sampai S2 dan S3. Sekolahkan mereka setinggi-tingginya,” pesannya.

Lulusan SMK Berpeluang Bekerja di Luar Negeri

Salah satu informasi yang menarik perhatian jemaah adalah peluang bagi lulusan SMK untuk mengikuti program SMK Go Global. Melalui program tersebut, lulusan SMK berkesempatan memperoleh pelatihan sekaligus bekerja secara resmi di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong.

Hadrian menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kerja sama resmi pemerintah, bukan penempatan pekerja migran secara ilegal. Peserta akan dipersiapkan untuk mengisi pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan keterampilan sesuai bidangnya.

Khusus penempatan di Jepang, ia menyebut penghasilan peserta dapat mencapai sekitar Rp18 juta per bulan, tergantung jenis pekerjaan, perusahaan, kontrak, dan ketentuan negara tujuan.

“Nanti kalau ada alumni Sirajul Huda, terutama lulusan SMK, yang ingin mengikuti program tersebut, akan kita komunikasikan lebih lanjut,” ujarnya.

Ia meminta siswa SMK mulai mempersiapkan masa depan sejak masih berada di bangku sekolah. Setelah lulus, mereka dapat memilih masuk dunia kerja, mengikuti program kerja ke luar negeri, atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

PIP dan PIP Kuliah untuk Siswa Kurang Mampu

Hadrian juga mengajak siswa yang belum menerima PIP agar segera mengajukan diri melalui sekolah. Menurutnya, bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti membeli buku, tas, sepatu, seragam, dan membayar biaya sekolah.

Bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan, pemerintah juga menyediakan PIP Kuliah. Program tersebut mencakup bantuan biaya perkuliahan dan biaya hidup sejak semester pertama hingga menyelesaikan pendidikan.

“Kalau alasannya tidak ada biaya, segera komunikasikan. Pemerintah sudah mempersiapkan bantuan. Jangan sampai anak-anak kita berhenti sekolah atau terburu-buru menikah hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.

Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini

Selain membicarakan pendidikan, Hadrian menyoroti masih tingginya angka pernikahan dini di daerah. Menurutnya, menikah pada usia belum matang berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan, ekonomi, dan psikologis dalam rumah tangga.

Ia meminta orang tua tidak terburu-buru menikahkan anak setelah tamat SMP, SMA, atau SMK. Anak-anak sebaiknya diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh keterampilan, dan mempersiapkan masa depan secara matang.

Dukung Pengembangan Sirajul Huda

Hadrian turut mengapresiasi perkembangan Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda di bawah kepemimpinan Ustaz Ahmad Jumaili. Menurutnya, Sirajul Huda terus bergerak membangun jaringan dan mengembangkan pendidikan bagi generasi muda di Lombok Tengah.

Ia menyampaikan bahwa pengembangan sarana dan prasarana SMK Islam Sirajul Huda telah mendapatkan dukungan. Kebutuhan lanjutan, termasuk perlengkapan laboratorium dan fasilitas unit pendidikan lainnya, juga akan diperjuangkan secara bertahap.

“Pondok pesantren memberikan pendidikan umum sekaligus membentuk akhlakul karimah. Karena itu, kerja sama orang tua, pengelola yayasan, dan pemerintah sangat dibutuhkan agar Sirajul Huda terus berkembang,” tuturnya.

Hadrian meminta masyarakat tidak sungkan menyampaikan kendala pendidikan melalui pengurus Yayasan Sirajul Huda. Aspirasi tersebut nantinya dapat diperjuangkan melalui program beasiswa maupun bantuan sarana pendidikan yang tersedia.[]

Bagikan:WhatsAppFacebookXTelegram