Paok Dandak Durian Janapria

ponpesirajulhuda@gmail.com

Ponpes Sirajul Huda Deklarasikan Pesantren Ramah Anak, Tegaskan Nol Toleransi Kekerasan

Lombok Tengah – Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak mendeklarasikan diri sebagai pesantren ramah anak. Deklarasi ini menjadi komitmen nyata pesantren dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan (bullying).

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda, Ahmad Jumaili, S.Pd.I, yang juga Koordinator Gusdurian Lombok Tengah, menegaskan bahwa prinsip ini sudah lama menjadi tradisi para masyaikh dan pendiri pesantren.

“Di pesantren kami tidak boleh ada praktik bullying atau kekerasan dalam bentuk apa pun. Kami memastikan santri merasa aman, dihormati, dan didukung untuk mengembangkan potensi mereka masing-masing,” ujarnya.

Empat Pelanggaran Berat di Pesantren

Sejak awal berdiri, para pendiri pesantren telah menetapkan empat pelanggaran berat yang tidak boleh ditolerir. Bagi pelakunya, sanksinya adalah pemecatan langsung tanpa peringatan.

Empat pelanggaran itu adalah:

  1. Melakukan kekerasan, baik oleh santri maupun guru.
  2. Berhubungan dengan lawan jenis yang melewati batas syar’i.
  3. Mencuri dalam bentuk apa pun.
  4. Mengonsumsi miras dan obat-obatan terlarang.

Jadi tidak ada yang boleh melakukan hal-hal itu di pesantren ini, baik santri, guru, wali santri, maupun semua civitas pesantren,” tegas Ahmad Jumaili.

Aturan Diperkuat dengan Sosialisasi Rutin

Untuk mendukung pelaksanaan pesantren ramah anak, Ponpes Sirajul Huda telah melengkapi diri dengan struktur, tata laksana, dan tata tertib yang ketat. Aturan tersebut disosialisasikan secara rutin, mulai dari pemasangan plang, penerbitan buku aturan pesantren, hingga pembacaan bersama oleh para santri setiap hari Ahad saat libur.

Tidak hanya itu, setiap asrama juga dilengkapi dengan pembina khusus, baik untuk santri putra maupun santri putri, yang bertugas mengawal dan mendampingi kehidupan santri sehari-hari.

Pesan Pendiri Pesantren

Prinsip disiplin ini merupakan warisan pesan penting dari Almagfurlah TGH. Muhammad Jamiluddin, pendiri yayasan, yang selalu menekankan bahwa pesantren harus menjadi tempat yang aman, bersih dari kekerasan, serta menjaga kehormatan santri maupun guru.

Dengan deklarasi ini, Ponpes Sirajul Huda semakin mantap menjadi pesantren ramah anak yang mendidik generasi santri berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

More from the blog

Kehadiran KHR Kholil As’ad di Sirajul Huda Jadi Momentum Penguatan Dakwah dan Pembangunan Pendidikan Pesantren

LOMBOK TENGAH — Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, mendapatkan kehormatan besar atas kehadiran kiai kharismatik...

SMK Islam Sirajul Huda berkomitmen membentuk Generasi Muda Santri Pertanian

Selama tiga bulan pelaksanaan Prakerin di Desa Karang Sidemen, siswa-siswi SMK Islam Sirajul Huda jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura mendapatkan kesempatan belajar langsung...

Santri Tidur di Kelas Darurat, Pesantren Sirajul Huda Lombok Tengah Bangun Asrama Permanen Lewat Wakaf Berjama’ah

Tiga ruangan kecil ukuran 4×4 yang sebelumnya adalah ruang kelas 1, 2 dan 3 Madrasah Ibtida’iyyah (MI) berubah fungsi menjadi Asrama santri. Untuk sementara...

SMK Islam Sirajul Huda Terapkan English Area, Siswa Wajib Berbahasa Inggris Setiap Hari

SMK Islam Sirajul Huda terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi yang unggul di era global. Salah satu langkah nyata yang ditempuh adalah...