Santri-pondok-pesantren-sirajul-huda

SIRAJULHUDA.SCH.ID | Anak-anak korban gempa harus tetap sekolah. Meski sekolah dan pondok pesantren mereka rusak, pendidikan tidak boleh berhenti. Karena itu, Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda siap menampung anak-anak korban untuk melanjutkan pendidikannya.

Ketua Harian Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Ahmad Jumaili mengatakan, semua biaya pendidikan santri-santri korban gempa nantinya akan digratiskan. Baik biaya pendidikan, pakaian, tempat tinggal hingga makan-minumnya akan ditanggung yayasan.

“Kami siap menerima anak-anak ini dengan tangan dan hati terbuka, yang penting mereka mau belajar,” kata Jumaili.

Ponpes yang berlokasi di Dusun Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah itu menyelenggarakan pendidikan mulai dari Pendidikan Usia Dini (PAUD) sampai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan tiga jurusan yaitu Multimedia, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Jurusan Pariwisata.

Selain bisa mengikuti pendidikan formal, semua santri korban gempa juga bisa mengikuti kegiatan unggulan lainnya seperti Tahfidzil Quran, Program Dual Bahasa, Inggris-Arab serta Madrasah Diniyah.

“Terutama anak-anak yang orang tuanya meninggal dunia dalam peristiwa gempa, kami sangat bersyukur apabila kami bisa membinanya di pondok kami,” ujarnya.

Jumaili mengharapkan semua masyarakat, terutama keluarga korban gempa yang mendengar informasi ini agar mendaftarkan keluarganya. Ia menyebutkan, guna mempermudah pendaftaran, keluarga bisa menghubungi pengurus pondok di nomor telepon 081805559222 atau mendaftar di laman www.sirajulhuda.sch.id. (ili/r7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here